Pages

Sabtu, 29 Juni 2013

SIMPLE CONVERSATION AT LIBRARY

Sasya       : Are you coming from the library?


Yemima   : Yes. I was there from 2p.m.


 Sasya      : What book are you having?


 Yemima  : It is a book on quiz.


Sasya        : Are you a member of the library?


Yemima    : Yes. I am a member from January 2010. Do you want to become a member?


Sasya         : Yes. what is the membership fee?


Yemima    : You must deposit Rs. 100/- only.


  Sasya     : What is the monthly subscription?


Yemima   : There is no monthly subscription.


  Sasya     : How many books can we borrow at a time?


  Yemima : We may borrow three books at a time.


Sasya       : Well. I will soon become a member of the library.

Jumat, 28 Juni 2013

Laundry Time

Liz hates (s) doing the laundry. She realizes (iz) that four weeks (s) have passed since her last trip to the Laundromat. There are piles (s) of clothes (z) in the closets (s), the sheets (z)and towels (z) are dirty, she’s (z) been wearing the same pair of blue jeans (s) for nine days (z), and she doesn’t (s) have any clean socks (s) or blouses (iz) left. She thinks (s) about it while she watches (z) one of her favorite TV shows (s). She wishes (iz) she didn’t have to do such chores (s). Then she opens (z) a book, turns (s) the pages (z), and tries (z) to study. The phone rings (s): one of Liz’s (iz) friends (s) reminds (z) her about Sally’s (z) party tomorrow evening. She decides (z) that it’s (s) now or never. She can’t go to the party unless she washes (iz) one of her new dresses (iz). She stuffs (s) all her clothes (s) into two laundry bags (s). She strips (s)the bed and pulls (s) the pillowcases (iz) off the pillows (z). She goes (s) through the apartment, picking up everything in sight. Finally, she grabs (s) some coat hangers (s), two boxes (iz) of detergent, and her keys (z), and closes (iz) the door behind her. She hopes (s) she won’t be too late. She arrives (s) at the Laundromat, carries (z) in all her belongings (s), and searches (iz) for some empty machines (z). But they’re all either in use or out of order. She sighs (z), picks (s) up everything, and drives (s) to the local video store to rent a couple of movies (iz).

Howard’s Morning


The clock radio played soft music, but it sounded far away to Howard. At last, he opened
                                /t/                                       /id/                                                          /d/
his eyes, rolled over, and looked at the clock. He turned away and started to go back to sleep
                   /d/                        /t/                                     /id/                     /id/
when suddenly he realized that it was already eight o’clock. He was late. He jumped out of bed,
                                      /t/                                                                                            /t/
quickly shaved, brushed his teeth, combed his hair, and got dressed. He’d wanted to take a
                    /t/           /t/                              /d/                                    /d/                     /id/
shower, but decided that there wasn’t enough time. He rushed down the stairs and into the
                            /id/                                                                   /t/                
kitchen. He hated being late. Hurriedly, he fixed breakfast­­―coffee and a toasted English muffin
                        /id/                                            /t/                                               /id/
(no time for his usual fried egg)―and raced out the door. He started his car and had just pulled
                                      /t/                        /t/                                     /id/                                      /t/
out the driveway when the thought popped into his mind : it was Saturday; he didn’t have to go
                                                                 /t/                                                               
to work after all. He slowly returned, climbed the stairs, changed his clothes, and went back to
                                                      /d/           /d/                            /id/
bed again.

Minggu, 28 April 2013

Tenses

-->

Kind
Past
Present
Future
Simple
( S + V2 + O )
He play football every morning.
He plays football every morning.
He will play football every morning.
Cont./ Progresif
(S + tobe + Ving)
He was playing football every morning.
He is play football every morning.
He will be play football every morning.
Perfect
(S + have/ has+V3 )
He had play football every morning.
He has play football every morning.
He will have play football every morning, if you come to meet me at 13 o' clock.

Selasa, 26 Juni 2012

Membenahi Hukum Ekonomi Indonesia


Sistem terpenting dalam suatu perekonomian adalah bagaiman hukum ekonomi yang sedang berjalan dalam suatu negara. Dengan memiliki hukum ekonomi yanog baik akan memberikan kontribusi perekonomian lebih baik pula. Hal teresebut dikarenakan didalam suatu hukum ekonomi memberikan suatu sanksi yang diberikan kepada para pelanggarnya sesuai dengan hukum yang berlaku.
            Suatu negara yang menjunjung tinggi suatu penegakan hukum ekonomi dan dijalankan secara adil dan merata pasti perekonomian tersebut akan berjalan dengan baik dan lancar.
Selayaknya dengan negara lainnya, negara Indonesia memiliki nilai hukum yang terikat, salah satunya adalah hukum ekonomi itu sendiri. Indonesia memiliki hukum ekonomi untuk mengatur jalannya perekonomian secara tersruktur.
            Bagaimana dengan pelaksanaanya?
Hukum tertulis namun tidak dijalankan dengan selayaknya hukum itu tersurat, akan mengakibatkan kesia-sian belaka saja. Secara kasat mata saja sudah terlihat pelaksanaan hukum di Indonesia, tidak menutup hukum ekonomi masih belum terealisasikan dengan baik. Masih perlu pembenahan yang lebih detail, dari sudut pelaksana hukum itu sendiri.
Kebanyakan yang saya rasa masih memandang SARA dalam semua aspek kegiatan perekomian di Indonesia. Dengan memandang SARA justru akan membuat rapuhnya suatu negar itu sendiri. Indonesia merupakan negara berkembang, apakah layak sperti ini?
Sebagai contoh, saya ambil dari kegiatan industri di Indonesia. Kegiatan industri di Indonesia bisa dikatakan sedang berkembang, namun masih banyak kegiatan usaha yang dilakukan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kurangnya pengawasan dari pihak-pihak terkait menjadi faktor mudahnya pelaku usaha untuk melakukan berbagai kecurangan serta longgarnya hukum yang mengatur mengenai kegiatan-kegiatan industri tersebut. Seharusnya hukum yang mengatur tentang kegiatan perindustrian maupun kegiatan usaha lainnya diperjelas serta dipertegas untuk memberikan efek jera kepada pelaku usaha yang berbuat kecurangan serta terciptanya persaingan yang bersih dan kompetitif diantara para pelaku usaha.
Selain kecurangan, banyak pelaku usaha atau perusahaan yang kurang memperhatikan hak asasi manusia, seperti tidak tersedianya peralatan yang standar dalam proses kegiatan usaha dan tidak dilengkapi dengan izin usaha. Hal ini membuat para pekerja merasa tidak aman dan kurang layak bekerja namun karena sempitnya lapangan pekerjaan sehingga mereka bekerja walaupun mengetahui kegiatan yang dilakukan perusahaan tersebut sebenarnya ilegal serta melanggar hukum dan tidak memenuhi standar pekerja.
Pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana perekonomian harus ditunjang dengan hukum serta kerjasama yang baik antara pemerintah dan rakyatnya serta kemauan keras untuk berkembang ke arah yang lebih baik.  Menurut Prof. Mochtar Kusumaatmadja, bahwa salah satu fungsi Hukum adalah, untuk menyediakan jalur-jalur bagi pembangunan (politik, ekonomi, hukum maupun sosial budaya) masyarakat. Sehingga suatu hukum penting dibuat guna terciptanya pembangunan yang terintegrasikan ke segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Setiap sektor harus bisa menempatkan diri dan saling bekerja sama untuk membangun perekonomian ke arah yang lebih baik sehingga Indonesia dapat memiliki perekonomian yang kuat, stabil dan lebih maju. Menjalankan hukum sebagaimana mestinya dan adanya ganjaran yang tegas bagi pelanggarnya sangat diperlukan, hanya tinggal bagaimana pihak-pihak yang terkait yaitu pemerintah serta masyarakat menanggapi kebijakan yang dibuat untuk mensejahterakan masyarakat.
Adanya kepastian hukum, kebenaran serta keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam perekonomian Indonesia akan  menjadikan pembangunan ekonomi yang semakin berkembang sehingga akan menimbulkan kepercayaan antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat luas. Hukum ekonomi yang tegas dan sesuai dengan keadaan Indonesia adalah pondasi untuk menciptakan keadaan perekonomian yang ideal dan diidam-idamkan bangsa dan tidak lepas dengan dasar Negara yaitu Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.
Menurut saya, langkah yang tepat dalam pembenahan hukum ekonomi itu sendiri, antara lain :
1.      Memperbaiki sistem perekonomian itu sendiri
2.      Memberantas para pelaku yang bertindak curang dengan keinginan pribadi dalam meraup keuntungan yang berlipat ganda.
3.      Meningat kembali makna keBhinekaan itu sendri, sehingga terhindar dari kata SARA dalm kehidupan bermasyarakat
4.      Pribadi sendiri, bagaimana kehidupan kita sehari – hari dengan tidak mau ikut terlibat dari namanya pelanggaran hukum ekonomi tersebut
5.      Perlunya kembali penanaman nilai moral,didalam seluluh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
    Jika menginginkan hukum ekonomi menjadi lebih baik lagi, hukum itu harus mampu dengan tegas memberikan sanksi yang tepat dan layak bagi siapa saja pelanggarnya, tanpa harus memandang SARA seseorang. Harus objektif sesuai dengan tertulis dalam Hukum Ekonomi itu sendiri. 
         
sumber :
khairunnisafathin.wordpress.com/.../bagaimana-membenahi-hukum-
www.wikipedia.com
ml.scribd.com/doc/25159126/makalah-hukum-ekonomi

Prospek Investasi Di Indonesia



       I.            Pengertian Investasi
Investasi merupakan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Dalam teori ekonomi, investasi berarti pembelian dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang.
Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru).
Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat kaitannya I= (Y,i).    Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.

    II.            Bentuk – Bentuk Investasi
Ada berbagai jenis investasi dan secara umum, investai dapat dibagi empat yaitu:
1.      Deposito jangka pendek
·         Tabungan bank
·         Deposito berjangka
2.      Obligasi
3.      Property
4.      Saham
5.      Logam mulia
6.      Pendidikan

 III.            Investasi di Indonesia
Indonesia masih mampu bertahan meskipun perekonomian dunia dilanda krisis yang berkepanjangan. Masyarakat tidak merasakan dampak krisis moneter di tahun 1997 – 1998 lalu. Pemerintah dinilai mampu mengatasi masalah krisis tanpa adanya kebijakan yang meresahkan hati masyarakat.
Seiring berjalannya proses pemulihan perekonomian dunia, investasi di Indonesia berkembang pesat. Seperti saat ini, investasi di Indonesia sudah terlihat jelas, hal itu dipengaruhi karena banyaknya orang sudah memahami apa itu investasi dan banyak juga para investor berani menanamkan modal mereka.
Berbagai contoh investasi yang sedang berkembang adalah batu bara, sawit dan properti. Ini merupakan lading investasi yang sangat menjanjikan. Para investor tidak datang dari pihak domestik saja, bahkan negara seberang sudah melirik karena Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang. Dapat kita lihat, banyaknya perusahaan luar negeri di Kalimantan, karena Kalimantan merupakan pengahasil tambang terbaik,dan juga sawit yang tidak kalah menariknya. Berbeda dengan kedua investasi tadi, investasi properti baru – baru ini menjadi nilai investasi yang tidak bias dipandang sebelah mata lagi. Kita dapat lihat saat ini, banyaknya apartemen dan perumahan yang beredar ditengah masyarakat.
Bagaimana dengan investor domestik?
Dilihat dari data yang ada para investor domestic pun sudah banyak berkiparah dalam investasi – investasi yang ada. Kebanyakan mereka menginvestasikan bentuk batu bara, sawit maupun properti, hal itu dikarenakan nilai uang yang berangsur menurun, dan nilai emas yang memiliki ketidakstabilan membuat mereka lebih memilih investasi ini. Nominal yang didapatkan pun sangat menakjubkan.
Apakah semua investasi berjalan mulus?
Ini merupakan salah satu pertanyaan orang ketika hendak berinvestasi. Investasi sendiri memiliki dua kemungkinan, berhasil dan gagal. Namun dilihat dari tingkat keberhasilan yang ada, hal itu sangat bergantung dari para investornya sendiri. Bagaimana dia sealaku penanam modal harus bekerja lebih ekstra melihat segala resiko yang besar sekalipun. Tidak sekedar memlilh investasi yang akan diinginkannya semata, namun kuantitas dan kuliatas investasinya bagaimana. Ingat saja, untuk mendapatkan suatu keuntungan yang maksimal, resiko yang didapatkan pun akan banyak.
Yah..namanya juga investasi, meraup keuntungan dari usaha kita sendiri, sekarang bagaimana kita sebagai investor, harus siap menanggung segala baik buruknya investasi yang kita jalani.

sumber :
·         www.wikipedia.com