Pages

Rabu, 23 Februari 2011

Sistem Perekonomian Indonesia

Setiap negara menganut sistem perekonomian yang berbeda-beda. Bergantung dari perbedaan budaya dan pandangan politik masing-masing negara. Seperti halnya Indonesia, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia akan berbeda dengan sistem ekonomi yang dianut Malaysia, walaupun kita tahu bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki rumpun yang sama dengan bangsa Indonesia, dan dapat diyakinkan setiap negara memiliki sistem perekonomian yang berbeda-beda.
Dahulu Indonesia menganut sistem sistem ekonomi yang liberal, yang dimana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Namun karena adanya pengaruh dari pihak komunisme yang disebarkan oleh PKI, maka sistem perekonomian berubah menjadi sistem ekonomi sosialis. Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah menjadi sistem demokrasi ekonomi dan bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan kerakyatan. Sistem ini yang masih berlaku hingga sekarang di Indonesia.

Beberapa sistem ekonomi pada masa Orde Baru hingga sekarang, yakni :

1. Sistem Ekonomi Demokrasi
Sistem ekonomi demokrasi merupakan suatu sistem perekonomian nasional yang perwujudannya berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. Sesuai dengan namanya, bahwa siapa saja rakyat Indonesia, baik itu kalangan pemerintah, seluruh masyarakat dari berbagai golongan pengusaha hingga masyarakat golongan ekonomi rendah ikut berperan serta dalam pencapaian kemakmuran. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing dan mengarahkan seluruh kegiatan perekonomian. Dengan demikian ada terdapat ada kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat

2. Sistem Ekonomi Kerakyatan
Sistem ekonomi kerakyatan berlaku di Indonesia sejak terjadinya Reformasi di Indonesia pada tahun 1998. Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.

Apa pun sistem perekonomian Indonesia, semuanya bergantung dari pemerintah dan masyarakat yang ada didalamnya. Terlaksananya sistem perekonomian yang bagus dapat menentukan kemakmuran masyarakat, karena semua itu berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat itu sendiri. Namun tetap diperlukannya peran serta pemerintah dalam mengayomi masyarakat nya.
Jalan Mu

Seribu harapan sudah ada dibenak ku
Seribu khayalan sudah ada di dalam mimpi ku
Namun..tak kunjung tampak semuanya itu
Kuberlari..kuterjatuh..kuterhempas
Namun tetap saja tak tampak..

Ku bingung harus berbuat apa
Semua yang kuharapkan akan kan musnah?
Tangis ku tak terbendung lagi
Ku tak tahan menahan pilu
Ku tak tahan menahan sedu sedan

Oo Tuhan
Ikhlaskan aku menjadi yang Engkau mau
Meskipun ku masih ingin bermimpi
Tapi semua hidup ku adalah jalan Mu
Karena aku adalah anak Mu
Film Hollywood Distop?

Sepekan ini, ramai terdengar mengenai kabar penutupan film hollywood di negara kita. Beribu khalayak ramai berkomentar ini itu, ada yang pro dan tidak sedikit juga masyarakat kontra akan kabar itu. Terkhusus para hollywood holic yang akan merasa kecewa akan tindakan pemerintah terhadap pemberitaan tersebut dan saya sendiri merupakan salah satu penikmat film luar mendengar kabar itu sependapat dengan para penikmat film luar lainnya merasa kurang setuju akan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah.
Ungkapan kekecewaan bukan hanya datang dari para penonton saja, namun para pengusaha dan pengelolah bioskop lebih merasa kecewa terhadap tindakan pemerintah. Pasalnya banyaknya film-film bioskop lebih di dominasikan film luar terkhusus film amerika, pasti akan kehilangan pengunjung karena ketidakadaan film luar diberbagai bioskop. Para pengusaha bioskop juga akan merasa rugi, karena nilai pendapatan mereka akan menurun drastis.
Sebagai masyarakat awam, kita tidak tahu menahu secara pasti apa alasan dari tindakan pemerintah. Kita hanya mendengar segelintir kabar mengenai kebijakan pemerintah untuk menaikkan bea masuk film impor dan hal tersebut kurang disetujui para importir mengenai pemberlakuan kebijakan pemerintah yang di nilai terlalu berlebihan, sehingga terjadilah hal demikian, yang berdampak bagi siapa saja.
Yah..kita hanya masyarakat awam, yang terkadang kurang mau direpotkan mengenai pemberitaan tersebut. Namun, kalau ditanya secara pribadi mengenai pemberitaan tersebut pasti merasa kecewa bahkan rasa bingung harus bagaimana meluapkan ketertarikan terhadap film luar, walaupun masih banyak film lokal yang juga bagus namun tidak sebagus film luar yang mampu memberikan kenikmatan terhadap para penonton.
Walaupun seperti itu kita berdoa saja semoga ada kebijakan yang tepat dari kedua belah pihak, sehingga tidak akan saling merugikan.

Senin, 21 Februari 2011

Catatan Kelabu Ku

Setapak demi setapak kujalani hidupku
Seribu rintangan pun telah ku lewati
Namun bayangan kelabu tetap berkutat dalam otak ku
Ku coba menepis dengan berbagai fantasi dunia
Ah..tidak juga memutih kelabu itu

Haru biru semakin menggebu kala menoleh ke belakang
Hati berteriak dalam isak tangis tak akan membuat lekang
Ku berteluh dalam doa yang menenangkan batin yang rapuh
Dengan lantunan nyanyian dan rantaian doa pengharapan
Berharap esok bayangan kelabu itu tidak kembali menyontak ku

Aku mau bebas
Aku mau lepas dari belenggu kelabu
Berjalan dengan langkah yang tegap menapaki ruang yang tersisa
Tanpa pilu yang berkecambuk lagi
Hingga di akhir hayat menjadikan semuanya hanya catatan kelabu ku
WANNA BE LOVABLE?

Siapa sih yang nggak mau disukai banyak orang? Bahkan selalu dikangenin banyak orang? Wah..pasti semua menginginkan hal itu. Tapi seberapa pentingnya sih, disukai banyak orang? Pastilah amat penting. Namun sebelumnya kita harus tanya diri kita sendiri, apa yang menjadi alasan kita menjadi seorang yang lovable? Dan apakah kita sudah memiliki sikap yang bikin orang suka sama kita?
Yup! Jadi orang yang lovable itu sangat lah penting, kalau tujuan kita adalah masa depan yang menyenangkan siapa saja termasuk kita sendiri. Apa hubungan masa depan yang menyenangkan sama jadi pribadi yang lovable? Jawaban nya hanya satu yaitu jadi seorang yang memiliki masa depan yang cerah dan cemerlang nggak akan ada gunanya sama sekali kalau tidak memiliki attitude yang kurang baik, yang alhasil orang merasa malas untuk dekat dengan kita.
Banyak orang beranggapan bahwa orang yang memiliki masa depan yang cemerlang pasti banyak disukai banyak orang. Menurut saya pribadi, anggapan itu salah besar. Saat orang yang berhasil merain mimpi kebahagiaan itu pastilah membutuhkan orang yag disekelilingnya untuk bersama membagi kebahagiaan. Tapi bagaimana orang bisa nyaman dekat kita, kalau kita sendiri tidak punya sifat lovable. Namun apabila kita memiliki sifat lovable yang ramah, penolong, murah hati, sabar, dan sifat positif lainnya yang nggak dibuat-buat,namun murni dari hati kita, pastilah banyak orang yang akan merasa nyaman di dekat kita dan ingin berbagi bersama.
Seorang yang lovable bukan berarti disukai banyak orang, yang imbas nya kita merasa bahwa orang yang disekeliling kita itu sekedar nge fans terhadap kita. Salah!!! Seorang yang lovable itu mau dikenal banyak orang namun kita juga harus mau mengenal orang yang nyaman dekat kita itu, sehingaa kita dapat berbagi kebahagiaan bersama.
Tidak sulit kan? Yang terpenting adalah jadi diri sendiri dan hargai orang yang disekeliling kita.
So, mau jadi lovable supaya dapat berbagi kebahagiaan dengan orang lain di masa depan, atau hanya sekedar dikagumi orang? Yah..semua bergantung pada pilihan mu..

Sabtu, 12 Februari 2011

SOFT SKILL SEBAGAI KONTRIBUSI KEBERHASILAN

Banyak orang beranggapan bahwa di dalam pemenuhan keberhasilan seseorang adalah faktor luck (keberuntungan) dan faktor keuangan (materi) seseorang tersebut. Yah..memang hal tersebut tidak lah dipungkiri apalagi di lirik dari sulitnya mencapai suatu keberhasilan saat ini. Namun yang perlu di sadari bahwa banyak hal yang menentukan keberhasilan seseorang yaitu soft skill.
Soft skill, menurut survey MRI, merupakan faktor terbesar pemberi konstribusi suatu keberhasilan, yakni sekitar 40%, selain faktor hard skill sebanyak 20%, networking sebayak 30% dan finansial 10%.
Berikut defenisi soft skill menurut beberapa pakar (www.soft-skill.blogspot.com):
·         “ Soft skills are personal skills, emotional skills, and managerial skills. It different from hard science capacities “ ( Prof. Professor L. David Brown – Harvard University’ s Kennedy Scholl of Goverment)
·         “ They are people’s skills, presentations, comunication skills, team players, and openness to cultural diversity. Personal traits (such as time management, leadership ability, being dependable and honest) all fall under soft skills “ (Professor Gregory S. Yovanof – Expert at AIT)
Perbedaan antara soft skill dan hard skill
Soft skill merupakan suatu pengembangan dari konsep kecerdasan emosional, yang dimana kecerdasan tersebut bukan berasal dari nilai yang didapatkan ketika menempuh pendidikan orang tersebut melainkan kemampuan intrapersonal dan interpersonal seseorang.
Adapun hal – hal yang mencakup soft skill yaitu:
A.   Kemampuan Intrapersonal mencakup
1.      Kesadaran diri, terdiri dari:
·         kepercayaan diri
·         penilaian diri
·         sifat
·         kesadaran emosional
2.     Keterampilan diri, terdiri dari:
·      perbaikan diri
·      kontrol diri
·      kepercayaan
·      kelayakan
·      pengaturan diri
·      proaktif
·      konsisten
B.       Kemampuan Interpersonal mencakup
1.     Kesadaran sosial, terdiri dari:
·      kesadaran politik
·      pengembangan
·      peningkatan keragaman
·      pelayanan
·      empati
2.    Keterampilan sosial, terdiri dari:
·      kepemimpinan
·      pengaruh
·      komunikasi
·      manajemen
·      kerjasama
·      tim kerja
·      sinergi
Sementara kemampuan hard skill lebih kepada ilmu pengetahuan yang di dapatkan seseorang dalam pendidikan mereka.

Penerapan Soft Skill
Soft skill seseorang terlihat ketika ia sedang melakukan interaksi terhadap teman dan kelompok. Di saat itu akan tampak siapa dan bagaimana kepribadian orang tersebut. Dan untuk saat ini, banyak sekali kita lihat dalam pencapaian tenaga kerja bukan saja bergantung kepada hard skill seseorang namun soft skill sudah amat lah sangat di butuhkan. Dan perlu sekali untuk di ingat bahwa hard skill merupakan faktor penting dalam bekerja daan kemampuan seseorang dalam bekerja di tentukan oleh soft skill masing-masing orang.




Sabtu, 29 Januari 2011

BISNIS SECARA MENYELURUH


Defenisi Bisnis
Bisnis berasal dari kata business →busy → sibuk.
Secara umum pemahaman bisnis adalah suatu usaha yang dilakukan oleh 1 orang atau lebih, dengan menawarkan barang atau pun jasa untuk mendapatkan suatu keuntungan.
Defenisi Bisnis menurut para ahli:
a.      Huat T. Chewee, 1990 Bisnis merupakan suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (business is then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society. )
b.      Allan Afuah, 2004 Bisnis merupakan suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan masyarakat ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis (Enterepreneur)
c.       Steinford, 1979 Bisnis adalah lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan sambil memperoleh laba (business is an institution which produces goods and services demanded by people)
d.      Mahmud Machfoeds mengartikan bisnis sebagai suatu usaha perdagangan yang dilakukan     oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.

Elemen – elemen dalam sistem bisnis :
1.Capital ( Modal )
Sejumlah uang yang di gunakan dalam menjalankan kegiatan bisnis.
2.Material ( Bahan – bahan)
Faktor yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan bisnis untuk diolah menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
3.SDM (Sumber Daya Manusia)
Memiliki kemampuan yang berkualitas tinggi.
4.Management Skill ( Ketrampilan Management) Sistem Manajemen yang dijalankan berdasarkan prosedur dan tata kerja manajement.
            Jenis Kegiatan bisnis:
  • -        Produksi
  • -       Distribusi
  • -      Konsumsi

Berikut ini adalah beberapa peran yang dilakukan manusia dalam suatu bisnis yaitu:
a.       Pemilik adalah orang yang memiliki bisnis, yang menanamkan uangnya dalam bisnis tertentu dan juga menjalankannya karena mereka mengharapkan adanya pendapatan dalam bentuk keuntungan dari bisnis tersebut.
b.      Manajer merupakan orang yang menjalankan bisnis tersebut dan bertanggung jawab terhadap pemilik bisnis/perusahaan.
c.       Pekerja (karyawan/pegawai) menawarkan keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk menyediakan barang dan jasa dan untuk mengasilkan keuntungan. Para pekerja mengharapkan menerima upah atau gaji yang berangsur-angsur meningkat jumlahnya.
d.      Pemasok adalah pihak yang menyalurkan bahan baku kepada perusahaan-perusahaan guna proses produksinya untuk menghasilkan produk akhir.
e.       Konsumen adalah seorang atau suatu bisnis yang membeli barang atau jasa untuk digunakan secara pribadi atau organisasi. Konsumen selalu menginginkan produ dan jasa yang terbaik, membeli produk yang sesuai dengan harga yang dibayarnya, dan menginginkan produk yang dibelinya dapat diandalkan.



Bentuk Dasar Kepemilikan bisnis :
Perusahaan perseorangan: Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Persekutuan: Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
Perseroan: Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
Koperasi: adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Macam – macam Bisnis, antara lain :
o   Bisnis waralaba ( Franchise)
Pendistribusian barang dagang maupun jasa kepada pihak perseorangan maupun perusahaan dengan memberikan hak untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur, serta dengan bergagai ketentuan yang telah di sepakati antara kedua belah pihak.
Contoh : McDonald’s ; Campina Scoop Counter, dll



o   Bisnis online
Penggunaan jasa internet sebagai kegiatan dalam berbisnis. Dengan membeli situs kepada suatu pihak sehingga kita dapat mempromosikan barang atau pun jasa apa yang kita tawarkan semenarik mungkin.
Contoh : Air Asia ; Wondershoe, dll

o   Bisnis Sampingan
Bisnis yang tidak terlalu banyak menyita waktu sehingga keuntungan yang di dapatkan juga tidak terlalu besar.
Contoh : Bisnis Pulsa ; Bisnis Kosmetik, dll

Semua kegiatan bisnis pasti ada untung dan ruginya. Baik itu kegiatan bisnis waralaba, bisnis on line maupun bisnis sampingan.
Namun dilihat dari kacamata kegiatan bisnis di atas, kegiatan bisnis waralaba lah yang saat menyenangkan. Menyenangkan dalam hal resiko yang sedikit namun mendatangkan keuntungan yang maksimal.
Hal tersebut di karenakan :
a.       Franchise memudahkan kita menjadi pengusaha yang otonom tetapi dia tidak merasa sendiri dalam mengelolah bisnisnya. Yang menarik, tingkat keberhasilan usaha relatif lebih besar alias balik modal lebih cepat dibandingkan memulai usaha sendiri dari nol.
b.      Franchisor telah mempersiapkan rencana lengkap, mulai dari cara mengatur hingga menjalankan bisnis bagi franchisee. Jadi membeli franchise sama dengan membeli bisnis yang sudah jadi.
c.       Sebagai franchisee, akan mendapatkan bimbingan dan pelatihan dalam menjalankan usaha. Dengan begitu, tidak akan merasa bingung dalam mengelolah usaha.
d.      Resiko bisnis lebih kecil, karena belajar dari pengalaman franchisor. Bahkan dapat meniru kesuksesan franchisor dengan bantuan start up yang lebih cepat dan mudah.
Hal ini penting karena dalam memasarkan sebuah barang atau jasa, differensiasi atau keunikan menjadi hal utama dalam menarik minat pengunjung.
  • Ketiga, telitilah apakah perusahaan tersebut sudah memiliki sebuah sistem dan prosedur standar dalam menjalankan bisnisnya. Sistem ini harus sudah teruji mampu mengatasi masalah yang mungkin terjadi dilapangan. Selain itu program promosi yang dilakukan oleh franchisor harus diketahui oleh franchisee, karena promosi ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis.
  • Keempat, cari tahu sudah berapa banyak franchisee yang menjalankan franchise tersebut, dan jika memungkinkan carilah informasi dari para franchisee itu mengenai bisnis yang sudah berjalan, dukungan dari franchisor dalam mengatasi masalah dan prospek kedepan mengenai bisnis tersebut.
  • Kelima, cari tahu mengenai franchise lain yang bergerak di bidang usaha yang sama, apa saja kelebihan dan kekurangan franchise tersebut dibandingkan franchise yang sedang kita bidik, untuk mendapatkan pandangan yang lebih objektif dalam menentukan pilihan. Siapa tahu ada franchise lain yang memiliki prospek lebih baik.
Menurut saya, kegiatan bisnis apa pun yang anda jalani, anda harus yakin, dan melaksanakan kan dengan yakin sehingga kegiatan bisnis anda membuahkan hasil yang maksimal sesuia dengan dasar dan tujuan anda mulai suatu bisnis itu.